PROSEDUR PENYIMPANAN ARSIP
- Meneliti dulu tanda pada lembar disposisi apakah surat tersebut sudah boleh untuk disimpan (meneliti tanda pelepas surat/release mark). Tanda pelepas surat biasanya berupa disposisi dep (deponeren) yang menunjukan perintah untuk menyimpan surat.
- Mengindeks atau memberi kode surat tersebut.Indeks/kode surat di buat sesuai sistem penyimpanan arsip yang dipergunakan dan dibuat untuk memudahkan penyimpanan dan penemuan kembali surat.
- Menyortir, kegiatan menyortir atau nmemisah-misahkan surat sebelum di simpan biasanya dilakukan dengan menggunakan rak/kotak sortir.
- Menyimpan surat kedalam map (folder)Penyimpanan surat kedalam map dapat menggunakan stof map folio, snelhechter atau folder gantung kemudian dimasukan kedalam lemari arsip/filling cabinet ataunalat penyimpanan arsip yang lain.
- Menata arsip dengan baik sesuai dengan sistem yang di pergunakan.Penyimpana arsip dapat menggunakan sistem penyimpanan arsip sebagai berikut:
- Sistem abjad (alphabetic filling system) Sistem abjad adalah sistem penyimpanan dan kembali arsip yang disusun berdasarkan pengelompokan nama orang/badan/organisasi. Nama orang/badan/organisasi tersebut disusun berdasarkan abjad.
- Mengapa sistem abjad
- Nama lebih mudah di ingat
- Petugas menginginkan agar dokumen disimpan dari nama yang sama
- Dokumen sering dicari dan diminta melalui nama
- Jumlah langganan yang berkomunikasu banyak
- Keuntungan sistem abjad
- Dokumen yang berasal dari satu nama yang sama akan berkelompok menjadi Satu
- Surat masuk dan surat keluar disimpan bersebelahan dalam satu map
- Mudah dikerjakan dan mudah di temukan
- Mudah diterapkan
- Kerugian sistem abjad
- Pencarian dokumen untuk nama orang garus mengetahui nama belakangnya
- Surat yang walaupun berhubungan satu sama lain tetapi berbeda nama pengirimnya, kan terletak terpisah dalam penyimpanannya
- Harus mempergunakan pengaturan mengindeks
- Banyak orang memiliki nama yang sama sehingga harus lebih teliti bias salah menempatkan dan menemukan.
- Sistem tanggal (Choronological filling system)
- Sistem nomor (Numberic filling system)
- Sistem wilayah (Geographic filling system)
- Sistem subyek (Subject filling system)